ASKEP SINDROM STEVEN JOHNSON PDF

Home · Documents; Steven Johnson. Steven Johnson. DownloadReport. Published on Sep- Askep Sindrom Steven JohnsonDocuments. Steven – Johnson Syndrome. Report. Post on Download Steven – Johnson Syndrome. AddThis askep sindrom steven johnson Documents · View more >. Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Syndrom Steven Johnson – Download as Word Doc .doc /.docx), PDF File .pdf), ASUHAN KEPERAWATAN SINDROM.

Author: Nakus Mezinris
Country: Singapore
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 19 February 2010
Pages: 368
PDF File Size: 13.71 Mb
ePub File Size: 18.61 Mb
ISBN: 733-6-87239-863-6
Downloads: 53192
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mujora

Farmakologi Sindrom Steven Johnson sindrom steven johnson. Alergi Sindrom Steven Johnson.

Makalah Sindrom Steven Johnson. Makalah Sindrom Steven Johnson Makal lengkap. Makalah Sindrom Steven Johnson, sda. Referat Sindrom Stevens Johnson. Pathway Xindrom Johnson Syndrome. Syndrome Steven Johnson steven johnson. Referat Steven Johnson sjs synFull description. Sindrom Nefrotik nefrotikFull description.

SIndrom nefrotik Sindrom nefrotikFull asjep. Sindrom Marfan makalh sindrom marfan. Sindrom Geriatri Sindrom GeriatriFull description. Johnson, pada dua pasien anak laki-laki. Namun dokter tersebut tidak dapat menentukan penyebabnya Adithan, Sindrom Stevens-Johnson Dijelaskan pertama kali pada tahunsindrom Stevens-Johnson merupakan hipersensitivitas yang dimediasi kompleks imun yang merupakan ekspresi berat dari eritema multiforme.

Hamzah, Sindrom Stevens-Jhonson merupakan kumpulan gejala sindrom berupa kelainan dengan ciri eritema, vesikel, bula, purpura pada kulit sindrim muara rongga tubuh yang mempunyai selaput lendir serta mukosa kelopak mata. Penyebab pasti dari Sindrom Stevens-Jhonson saat ini belum diketahui namun ditemukan beberapa hal yang memicu timbulnya Sindrom Stevens-Jhonson seperti obat-obatan atau infeksi virus.

Soal Sindrom Steven Johnson – PDF Free Download

Sindrom Stevens-Jhonson muncul biasanya tidak lama setelah obat disuntik atau diminum, dan besarnya kerusakan yang ditimbulkan kadang tidak berhubungan lansung dengan dosis, namun sangat ditentukan oleh reaksi tubuh pasien.

Reaksi hipersensitif sangat sukar diramal, paling diketahui jika ada riwayat penyakit sebelumnya dan itu kadang tidak disadari pasien, jika tipe alergi tipe cepat yang seperti syok anafilaktik jika cepat ditangani pasien akan selamat dan tak bergejala sisa, namun jika Sindrom Stevens-Jhonson akan membutuhkan waktu pemulihan yang lama dan tidak segera menyebabkan kematian seperti syok anafilaktik.

Oleh beberapa kalangan disebut sebagai eritema multiforme mayor tetapi terjadi ketidak setujuan dalam literatur. Sebagian besar penulis dan ahli berpendapat bahwa sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik NET merupakan penyakit yang sama dengan manifestasi yang berbeda. Sindrom Stevens-Jhonsons secara khas mengenai kulit dan membran mukosa. Syndrom Steven Johnson adalah penyakit kulit akut dan berat yang terdiri dari eropsi kulit, kelainan mukosa dan konjungtivitis Junadi, Sindrom Stevens-Johnson, biasanya disingkatkan sebagai Sindrom Stevens-Jhonson, adalah reaksi buruk yang sangat gawat terhadap obat.

Efek samping obat ini mempengaruhi kulit, terutama selaput mukosa. Ada juga versi yang lebih ringan, disebut sebagai eritema multiforme EM Adithan, Etiologi Sindrom Stevens-Jhonson Penyebab belum diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab, adalah: Alergi obat secara sistemik misalnya penisilin, analgetik, anti- peuritik.

Penggunaan obat paling sering pada anak yang berkaitan dengan timbulnya sindrom ini adalah sebagai berikut: Penyakit infeksi yang telah dilaporkan dapat menyebabkan sindrom ini meliputi: Epstein-Barr virus and enteroviruses diidentifikasi sebagai penyebab timbulnya sindrom ini pada anak. Neoplasma dan faktor endokrin d. Salisilat Sindrom Steven Johnson Page 7 2. Patofisiologi Sindrom Stevens-Jhonson Sindrom Stevens-Jhonson merupakan kelainan hipersensitivitas yang dimediasi kompleks imun yang disebabkan oleh obat-obatan, infeksi virus dan keganasan.

  CATALOGUE CATU 2012 PDF

Reaksi hipersensitif tipe III Reaksi tipe III terjadi akibat terbentuknya komplek antigen antibody yang mikro presitipasi sehingga terjadi aktifitas sistem komplemen. Akibatnya terjadi akumulasi neutrofil yang kemudian melepaskan enzim dan menyebab kerusakan jaringan pada organ sasaran target- organ.

Hal ini terjadi sewaktu komplek antigen antibody yang bersikulasi dalam darah mengendap didalam pembuluh darah atau jaringan. Antibiotik tidak ditujukan kepada jaringan tersebut, tetapi terperangkap dalam jaringan kapilernya. Pada beberapa kasus antigen asing dapat melekat ke jaringan menyebabkan terbentuknya komplek antigen antibodi ditempat tersebut. Reaksi tipe ini mengaktifkan komplemen dan degranulasi stevn mast sehingga terjadi kerusakan jaringan atau kapiler ditempat terjadinya reaksi tersebut.

Sindrom Steven Johnson – PDF Free Download

Neutrofil tertarik ke daerah tersebut dan mulai memtagositosis sel-sel yang rusak sehingga terjadi pelepasan enzim-enzim sel, serta penimbunan sisa sel. Hal ini menyebabkan siklus peradangan berlanjut. Sindrom Steven Johnson Page 8 b.

Reaksi hipersensitif tipe IV Reaksi hipersensitifitas tipe IV terjadi akibat limfosit T yang tersintesisasi berkontak kembali dengan antigen yang sama kemudian limtokin dilepaskan sebagai reaksi radang. Pada reaksi ini diperantarai oleh sel T, terjadi pengaktifan sel T. Penghasil limfokin atau sitotoksik atau suatu antigen sehingga terjadi penghancuran sel-sel yang bersangkutan.

Reaksi yang diperantarai oleh sel ini bersifat lambat delayed memerlukan waktu 14 jam sampai 27 jam untuk terbentuknya. Manifestasi Klinis Sindrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun kebawah. Keadaan umumnya bervariasi dari ringan sampai berat. Pada yang berat kesadarannya menurun, penderita dapat soporous sampai koma.

Mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodromal berupa demam tinggi, malaise, nyeri kepala, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: Gejala prodromal berkisar antara hari berupa demam, malaise, batuk, korizal, sakit menelan, nyeri dada, muntah, pegal sindro dan atralgia yang sangat bervariasi dalam derajat berat dan kombinasi gejala tersebut. Kulit berupa eritema, sreven, vesikel, atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh.

Mukosa berupa vesikel, bula, erosi, ekskoriasi, perdarahan dan kusta berwarna merah. Bula terjadi mendadak sindrkm hari gejala prodormal, muncul pada membran mukosa, membran hidung, mulut, anorektal, daerah vulvovaginal, dan meatus uretra.

Stomatitis ulseratif dan krusta hemoragis merupakan gambaran utama. Cedera mukosa okuler merupakan faktor pencetus yang menyebabkan terjadinya ocular cicatricial pemphigoid, merupakan inflamasi kronik dari mukosa okuler yang menyebabkan kebutaan.

Waktu yang diperlukan mulai onset sampai terjadinya ocular cicatricial pemphigoid bervariasi mulai dari beberapa bulan sampai 31 tahun. Komplikasi yang lain ialah kehilangan cairan atau darah, gangguan keseimbangan cairan elektrolit dan syok pada mata dapat terjadi kebutaan karena gangguan laksimasi.

Pemeriksaan Penunjang Sindrom Steven Johnson Page 10 Tidak didapatkan pemeriksaan laboratorium yang dapat membeku dalam menegakkan diagnosis. CBC complek blood count bisa didapatkan sel darah putih yang normal atau leukositosis non spesifik, peningkatan jumlah leukosit kemungkinan disebabkan karena infusi bakteri.

  ECHINOCACTUS PARRYI PDF

Kultur darah, urin dan luka merupakan indikasi bila dicurigai, penyebab infeksi. Kortikosteroid Bila keadaan umum baik dan lesi tidak menyeluruh cukup diobati dengan preanisone 30 — 40 mg sehari. Namun bila keadaan umumnya burukdan lesi johbson harus diobati secara tepat dan cepat. Kartikosteroid merupakan tindakan file-saving dan digunakan deksamate dan intravena dengan dosis permulaan 4 — 6 x 5 mg sehari.

Marker of Steven Johnson Syndrome

Umumnya masa kritis diatasi dalam beberapa hari. Pasien stevens-johnson berat harus segera dirawat xskep berikan deksametason 6×5 mg intravena setelah masa kritisteratasi, kedaan umum membaik, tidak timbul lesi baru, lesi lama mengalami involusi, dosis diturunkan secara cepat, tiap hari diturunkan 5 mg. Setelah dosis mencapai 5 mg sehari, deksametason intravena diganti dengan table kortikosteroid, misalnya prenidesone yang diberikan keesokan harinya dengan dosis 20 mg sehari, sehari kemudian diturunkan lagi menjadi 10 mg kemudian obat tersebut dihentikan.

Lama pengobatan kira-kira 10 hari. Sindrom Steven Johnson Page 11 b. Untuk mencegah asksp infeksi misalnya bronkopneumia yang dapat menyebabkan kematian, dapat diberi antibiotik yang jarang menyebabkan alergi, berspektrom luas dan bersifat joohnson misalnya gentamisin dengan dosis 2 x 80 mg.

Bila terapi tidak memberi perbaikan dalam 2 — 3 hari, maka dapat diberikan transfusi darah banyak cc selama 2 hari berturut-turut, terutama pada kasus yang disertai purpura yang luas. Pada kasus dengan purpura yang luas dapat pula ditambahkan vitamin C mg atau mg intravena sehari dan hemostatik.

Tropikal Terapi tropikal untuk lesi dimulut dapat berupa kanalog in orabase. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sutratulle atau krim sulfa diarine perak.

Tinjauan teoritis keperawatan A. Letakan alat-alat yang sering dipakai dalam jangkuan pengelihatan klien. Berikan pencahayaan yang cukup. Letakan alat-alat ditempat yang tetap. Hindari pencahayaan yang menyilaukan. Gunakan jam yang ada bunyinya. Sari Mutiara dengan Keluhan Sakit Kepala, batuk,Pilek dan demam dengan Temperatur C, sulit menelan dikarenakan adanya lesi di bibir dan nyeri tenggorokan, muncul bintik-bintik merah, eritema di seluruh tubuh dan wajah, tidak selera makan, mual dan muntah.

Ibu mengatakan BB anak menurun dari 25 kg menjadi 22 kg dalam waktu 2 bulan dan anak tidak selesara makan. Bhakti Luhur Tanggal Masuk: Sindrom Stevens Jhonson B.

Wiraswasta Hubungan dengan pasien: Sakit kepala, batuk, pilek,demam, sulit menelan, nyeri tenggorokan,muncul bintik-bintik merah pada kulit, tidak selera makan, mual, muntah, berat badan menurun sebelum 25kg, sesudah 22kg II.

Bagaimana yang dilihat 5. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya sendiri: Upaya yang dilakukan oleh orang lain sakit 8. Penyakit yang pernah dialami a.

Riwayat Kesehatan Keluarga 1. Penyakit keturunan yang ada 4. Anggota keluarga yang meninggal 5. Penderita Sindrom Stevens Jhonson F. Makanan yang disukai Steeven Tidak ada b. Diet Nasi Bubur c.

Posted in <a href="http://santovec.us/category/spiritual/" rel="category tag">Spiritual</a>